eBiologi.com

2 Komponen Penyusun Ekosistem, Biotik dan Abiotik

Ekosistem adalah suatu susunan atau sistem ekologi yang terjadi karena adanya  hubungan timbal balik (interaksi) yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup dan lingkungan hidupnya. Berdasarkan pengertian ekosistem tersebut, kita bisa menyumpulkan bahwa ada 2 komponen yang harus ada dalam penyusunan sebuah ekosistem, yaitu komponen mahluk hidup (biotik) dan komponen lingkungan hidupnya (abiotik). Berikut ini eBiologi.com akan secara lebih detail membahas mengenai komponen penyusun ekosistem tersebut.

Komponen Penyusun Ekosistem

Komponen Penyusun Ekosistem

1. Komponen Biotik

Komponen biotik adalah komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari seluruh mahluk hidup (organisme) yang ada di dalamnya. Komponen ini berdasarkan peran dan fungsinya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai komponen heterotof (konsumen) dan komponen pengurai (dekomposer).

a. Komponen heterotof
Komponen heterotrof adalah komponen biotik yang memakan semua bahan organik yang dihasilkan oleh organisme lain. Komponen penyusun ekosistem satu ini disebut pula sebagai komsumen makro (fagotrof). Adapun yang termasuk ke dalam komponen heterotrof adalah manusia, hewan, jamur (fungi), dan mikrobia.

b. Komponen pengurai
Komponen pengurai atau dekomposer adalah komponen biotik yang menguraikan bahan organik dari semua organisme mati sebagai sumber energinya. Komponen pengurai disebut pula dengan istilah konsumen makro (sapotrof). Adapun yang termasuk ke dalam komponen ini adalah bakteri, jamur, dan kutu kayu. Ketiganya melakukan kegiatan penguraian melalui 3 tipe dekomposisi yait aerobik (menggunakan oksigen), anaerobik (tidak menggunakan oksigen), dan fermentasi.

2. Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari faktor fisik dan kimia dari sebuah medium tempat berlangsungnya kehidupan bagi komponen biotik. Sebagian besar komponen ini sangat bervariasi dalam dimensi ruang dan waktunya. Adapun komponen abiotik ini bisa berupa bahan atau senyawa anorganik, serta faktor yang mempengaruhi distribusi mahluk hidup dalam ekosistem tersebut. Beberapa komponen abiotik penyusun ekosistem tersebut antara lain:
  1. Suhu. Proses biologi dalam sebuah ekosistem sangat dipengaruhi suhu. Contohnya, mamalia dan unggas yang membutuhkan energi untuk meregulasikan suhu di dalam tubuhnya.
  2. Air. Ketersediaan air mempengaruhi distribusi mahluk hidup. Contohnya,  mahluk hidup di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
  3. Garam. Konsentrasi garam mempengaruhi keseimbangan asupan air dalam tubuh mahluk hidup melalui osmosis. Beberapa mahluk hidup terestrial beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki kandungan garam tinggi.
  4. Cahaya matahari. Intensitas cahaya matahari sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Di gurun, intensitas cahaya yang sangat besar telah meningkatkan suhu dengan sangat drastis sehingga faktor biotik tertekan.
  5. Tanah. Beberapa karakteristik tanah seperti struktur fisik, keasaman, dan komposisi mineral dapat membatasi penyebaran mahluk hidup berdasarkan pada kandungan unsur hara di dalam tanah.
  6. Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca yang berlangsung dalam jangka waktu lama dalam suatu area yang luas. Iklim makro meliputi iklim global, regional, dan lokal, sedangkan iklim mikro meliputi iklim dari suatu daerah yang dihuni oleh komunitas tertentu.

Nah, itulah pemaparan mengenai 2 komponen penyusun ekosistem. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekosistem itu bisa tersusun dengan syarat ada komponen abiotik dan ada komponen biotik yang hidup di dalamnya sehingga keduanya saling melengkapi.

1 Response to "2 Komponen Penyusun Ekosistem, Biotik dan Abiotik"

  1. Wah, jadi 2 komponen penyusun ekosistem ini sebetulnya saling berinteraksi khan? [Test Comment]

    ReplyDelete