eBiologi.com

Ekosistem Laut : Mari Mengenalnya Ciri dan Klasifikasinya!

Dua per tiga luas permukaan bumi merupakan hamparan lautan dengan keanekaragaman ekosistem yang luar biasa. Terkait dengan kehidupan dan sistem ekologinya, luas laut yang sebesar itu tentu menyimpan banyak misteri dan rahasia. Mengenali keanekaragaman ekosistem laut tentu sangat menyenangkan karena kita bisa tahu bagaimana sebetulnya organisme laut bisa hidup dengan kondisi komponen penyusun ekosistem yang serba ekstrim itu. Berikut ini eBiologi.com telah merangkum informasinya untuk Anda.

Pengertian Ekosistem Laut dan Ciri-cirinya

Ekosistem Laut
Menurut Wikipedia, Ekosistem laut atau ekosistem bahari adalah ekosistem yang ada di perairan laut. Ekosistem laut adalah salah satu ekosistem alamiah perairan (akuatik) yang paling luas di planet bumi.  Indonesia sendiri memiliki ekosistem laut sebanyak 70% dari total wilayah yang dimilikinya. Tidak seperti ekosistem air tawar, ekosistem laut memiliki ciri-ciri umum yaitu :
  1. Berupa perairan dengan kadar mineral yang sangat tinggi.
  2. Mineral yang mendominasi adalah Klor (Cl) dengan jumlah sebanyak 55%-75%.   
  3. Memiliki salinitas tinggi (semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi).
  4. Iklim dan cuaca tidak berpengaruh besar pada ekosistem laut.
  5. Punya variasi perbedaan suhu antara permukaan dengan daerah di kedalaman.

Jenis-jenis Ekosistem Laut

Berdasarkan kedalamannya, ekosistem laut terbagi menjadi 4 daerah yaitu:
  1. Daerah Pasang Surut (Coastal). Merupakan daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Variasi temperatur dan salinitas memiliki pengaruh yang berarti untuk daerah ini dibanding dengan daerah laut yang lainnya. Biota yang hidup dan berkembang di daerah ini antara lain ganggang  teripang, udang, binatang laut, kepiting, cacing laut.
  2. Daerah Neritik atau Euptopic. Merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih bisa ditembus cahaya sampai ke dasar, kedalaman daerah ini bisa mencapai 200 m. Adapun biota yang hidup antara lain plankton, nekton, neston, dan bentos.
  3. Daerah Remang-Remang (Batial). Merupakan daerah laut dengan kedalaman antara 200 – 1500 m, sudah tidak ada produsen. Hewannya berupa nekton.
  4. Daerah Abisal atau Daerah laut dalam. Merupakan daerah laut yang kedalamannya antara 1500 - 6000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak terdapat produsen.
  5. Daerah Hadal.  Merupakan daerah laut yang kedalamannya lebih dari 6000 m.

Jenis Ekosistem Laut
Pembagian ekosistem laut

Berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut terbagi menjadi 3 daerah, yaitu:
  1. Daerah fotik. Merupakan daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m.
  2. Daerah twilight atau daerah disafotik. Merupakan daerah remang-remang, tidak efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara 200 – 2000 m.
  3. Daerah afotik. Merupakan daerah yang tidak tembus cahaya matahari. Jadi gelap sepanjang masa.

Berdasarkan keragamannya, ekosistem air laut terbagi menjadi 4 ekosistem, yaitu:
  1. Ekosistem laut, ditandai dengan salinitas (kadar garam) yang tinggi terutama di daerah laut tropis.
  2. Ekosistem pantai, letaknya berbatasan dengan darat, laut, dan daerah pasang surut.
  3. Ekosistem estuari (muara) adalah ekosistem tempat bersatunya sungai dengan laut.
  4. Ekosistem terumbu karang, yang didominasi oleh batu karang dan organisme-organisme lainnya, daerah ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis masih dapat berlangsung.

rantai makanan ekosistem laut
Ekosistem terumbu karang

Komponen Biotik dalam Ekosistem Laut

Dengan kondisi lingkungan yang salinitasnya tinggi, intensitas matahari yang sedikit, serta kandungan mineral yang banyak, komponen biotik dalam ekosistem laut tentu menarik untuk dibahas. Jika hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis yang kurang lebih sama dengan tekanan osmosis air laut,  sehingga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk beradaptasi. Lalu, bagaimanakah dengan hewan tingkat tinggi, seperti ikan?

Ikan dan berbagai hewan dan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di dalam memiliki tekanan osmosis yang jauh lebih rendah dibanding tekanan osmosis air laut. Ia bisa hidup dan melakukan interaksi dengan komponen penyusun ekosistem laut dengan melakukan adaptasi sebagai berikut:
  1. Banyak minum.
  2. Air masuk ke jaringan secara osmosis melalui usus.
  3. Sedikit mengeluarkan urine.
  4. Eksreksi air terjadi secara osmosis.
  5. Mineral garam dikeluarkan secara aktif melalui insang.

Nah, itulah pembahasan seputar ekosistem air laut, penggolongannya, serta biota atau organisme yang hidup di dalamnya. Semoga bisa menjadi sumber referensi bagi kita semua.

0 Response to "Ekosistem Laut : Mari Mengenalnya Ciri dan Klasifikasinya!"