eBiologi.com

Fungsi Enzim Pepsin dalam Proses Pencernaan

Fungsi Enzim Pepsin / Enzim merupakan polimer biologik yang mengatalis lebih sari satu proses dinamik dalam kehidupan seperti yang kita kenal sekarang ini. Enzim memainkan peran sentral dalam metabolisme tubuh organisme sebagai determinan yang menentukan kecepatan berlangsungnya berbagai peristiwa fisiologi. Pemecahan dan pencernaan makanan, perakitan ikatan kimia pembangun tubuh menjadi protein, membran sel, serta DNA yang mengkode informasi genetik, sampai penggunaan energi untuk menghasilkan gerakan sel, semua ini dikarenakan adanya enzim-enzim yang terkordinasi secara cermat. Salah satu enzim yang berperan dalam pemecahan dan pencernaan makanan adalah pepsin.

Fungsi Enzim Pepsin

Sama seperti enzim tripsin, fungsi enzim pepsin sangat terkait erat dengan proses pencernaan protein. Pencernaan protein berawal dari dalam lambung. Sekresi makanan di dalam lambung dibantu oleh sekret lambung yang dikenal dengan getah lambung. Getah lambung terdiri atas sekitar 97-99% air. Sisanya terdiri atas musin (lendir) serta garam anorganik, enzim pencernaan (pesin dan renin), dan lipase. Peristiwa ini merupakan fungsi pencernaan utama lambung.

Fungsi Enzim Pepsin

Fase Lambung

Sekresi lambung terjadi ketika makanan sudah berada di dalam lambung. Rangsangan yang bekerja pada lambung yaitu protein terutama fragmen-fragmen peptida.  Protein secara langsung merangsang pengeluaran gastrin. Gasrin adalah perangsang kuat bagi sekresi asam dan pepsinogen lebih lanjut. Protein menginduksi getah lambung yang sangat asam dan kaya pepsin, yang melanjutkan pencernaan protein yang pertama kali dimulai proses tersebut. Di lambung, hydrochloric acid (HCL) menguraikan rangkaian protein (denaturasi protein) dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin disekresikan dalam bentuk pepsinogen.


Sekresi Pepsinogen

Pepsin dihasilkan oleh chief cell sebagai zimogen yang inaktif, pepsinogen. Konstituen pencernaan utama pada getah lambung adalah pepsinogen, suatu molekul enzim inaktif yang disintesis dan dikemas oleh kompleks golgi dan retikulum endoplasma sel utama. Pepsinogen disimpan di sitoplasma sel utama di dalam vesikel sekretorik yang dikenal dengan granula zimogen, dan dari sana pepsinogen dikeluarkan melalui proses eksositosis. Pepsinogen diaktifkan memjadi pepsin oleh H+, yang memecah suatu polipeptida pelindung untuk memajang peptin aktif; dan oleh peptin itu sendiri, yang secara cepat mengkatifkan molekul pepsinogen (autokatalisis).

Denaturasi Protein oleh Pepsin

Setelah pepsinogen diaktifkan, pepsin lalu menguraikan protein menjadi polipeptida kecil dan beberapa asam amino bebas. Pepsin akan memecah protein menjadi bentuk yang lebih sederhana, yaitu proteosa dan pepton. Pepsin memulai pencernaan protein dengan memecah ikatan asam amino tertentu di protein untuk menghasilkan fragmen-fragmen peptida (rantai pendek asam amino).

Di lumen, asam hidroklorida (HCl) mengaktifkan pepsinogen menjadi bentuk aktifnya menjadi dengan memutuskan sebuah fragmen kecil. Setelah diaktifkan, pepsin secara otokatalis mengaktifkan lebih banyak pepsinogen dan memulai pencernaan protein. Sekresi pepsinogen dalam bentuk inaktif mencegah pencernaan protein stukrtural sel tempat enzim tersebut dihasilkan. Pengaktifan pepsinogen tidak terjadi sampai fungsi enzim pepsin tersebut mencapai lumen dan berkontak dengan HCl yang disekresikan oleh sel lain di kantung-kantung lambung.

Setelah fungsi enzim pepsin tidak dibutuhkan lagi, enzim ini kemudian disimpan lagi dalam bentuk inaktif, sehingga zat ini tidak mencerna sendiri sel-sel tempat ia terbentuk. Oleh karena itu, pepsin dipertahankan dalam bentuk inaktif pepsinogen sampai zat tersebut mencapai lumen usus, tempat ia diaktifkan oleh HCl.

Pepsin memecah protein yang terdenaturasi menjadi derivat polipeptida berukuran besar. Pepsin merupakan enzim endopeptidase karena menghidrolisis ikatan peptida yang terletak dalam stuktur polipeptida utama, bukan yang terletak di residu terminal amino atau –karboksil, yang merupakan ciri khas eksopeptidase. Sifat enzim ini spesifik untuk ikatan peptida yang dibentuk oleh asam-asam amino aromatik (seperti tirosin) atau asam-asam amino dikarboksilat (seperti glutamat).

Demikian sekilas pembahasan mengenai fungsi enzim pepsin dalam sistem pencernaan protein di tubuh manusia. Semoga bermanfaat dan baca artikel kami selanjutnya yaitu mengenai cara kerja enzim menurut teori lock and key dan induced fit.

0 Response to "Fungsi Enzim Pepsin dalam Proses Pencernaan"