eBiologi.com

5 Hormon pada Tumbuhan : Mengenal Jenis-Jenis dan Fungsinya

Meskipun tumbuhan mampu memasak makanannya sendiri, namun tumbuhan tetap memerlukan suatu mekanisme untuk pengaturan tumbuhnya. Pengaturan pertumbuhan ini diperlukan untuk mengontrol kapan waktu yang tepat untuk suatu bagian tumbuhan terus tumbuh dan kapan bagian-bagian yang lain berhenti tumbuh. Mekanisme tersebut memerlukan suatu bahan. Tahukah teman-teman apa bahan yang diperlukan tersebut? Ya betul. Ahli biologi menyebutnya dengan istilah hormon. Berikut ini ebiologi akan membahas mengenai hormon pada tumbuhan lengkap dengan fungsinya masing-masing.

Pengertian Hormon

Hormon berasal dari bahasa Yunani yaitu hormaein yang berarti menggiatkan. Hormon atau zat tumbuh merupakan zat kimia yang dibentuk pada suatu bagian tumbuhan tertentu yang mempengaruhi bagian-bagian lain dari tumbuhan. Zat pengatur tumbuh yang diproduksi oleh tumbuhan disebut hormon tumbuhan endogen atau fitohormon. Hormon dapat bersifat merangsang atau menghambat juga mengubah proses-proses fisiologis.


Selain hormon yang dihasilkan oleh tumbuhan itu sendiri (hormon endogen), sekarang terdapat hormon yang diperoleh dari luar (hormon eksogen atau sintetis). Hormon sintetis dapat diberikan kepada bagian-bagian tumbuhan dengan tujuan untuk memicu atau menghambat pertumbuhan bagian tersebut.


Sifat-Sifat Hormon pada Tumbuhan

Senyawa-senyawa tertentu dapat digolongkan menjadi fitohormon (hormon tumbuhan) jika mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
  1. Tempat sintesis berbeda dari tempat aktifitas. Misalnya, suatu senyawa disintesis di pucuk atau daun muda, tetapi responnya terdapat pada batang, akar atau organ-organ lain.
  2. Respon yang dihasilkan oleh jumlah yang sangat kecil
  3. Respon mungkin berbentuk formatif dan plastis (tidak terpulihkan)

Jenis-jenis Hormon pada Tumbuhan

Fitohormon endogen kadangkala tersedia dalam keadaan tidak mencukupi, sehingga diperlukan fitohormon eksogen untuk menghasilkan respon yang dikehendaki. Selain itu, fitohormon berkerjasama dengan hormon-hormon lain untuk menghasilkan suatu respon. Saat ini terdapat 5 jenis hormon pada tumbuhan yang telah diketahui dan diteliti secara mendalam. Kelima hormon tersebut yaitu auksin, giberelin, sitokinin atau kinin, zat penghambat pertumbuhan, dan etilen.

1. Hormon Auksin

Auksin merupakan hormon pada tumbuhan yang berfungsi sebagai zat perangsang tumbuh. Fungsi utama hormon ini yaitu untuk merangsang perpanjangan dan pembesaran sel. Auksin lebih banyak dihasilkan di bagian ujung tumbuhan. Auksin lebih dikenal dengan IAA (Indole Acetic Acid) yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan batang ke atas dan akar ke bawah.

2. Hormon Giberelin

Giberelin merupakan hormon pada tumbuhan yang dapat merangsang pembesaran dan pembelahan sel. Hormon ini memicu pertumbuhan primer, mempengaruhi perkecambahan, memecahkan masa dormansi biji. Giberelin dapat bergerak ke dua arah, hal ini berbeda dengan auksin yang hanya dapat bergerak ke satu arah saja.

3. Hormon Sitokinin atau Kinin

Hormon ini dapat mempercepat pembelahan sel, mambantu pertumbuhan tunas-tunas dan akar. Sitokinin dapat membantu penghambatan proses penuaan (senescence). Kinetin yang terdapat pada air kelapa muda dan ragi merupakan salah satu bentuk sitokinin.

Fungsi Hormon pada Tumbuhan

4. Zat Penghambat Pertumbuhan (Inhibitor)

Selain zat perangsang pertumbuhan, diperlukan pula zat penghambat pertumbuhan. Zat penghambat pertumbuhan ini berperan penting dalam proses dormansi atau suspensi pertumbuhan yang aktif. Hal ini diperlukan untuk kelestarian biji dan tunas yang mungkin dapat tumbuh terus atau berhenti tumbuh atau mati karena kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Zat penghambat pertumbuhan yang umum dijumpai yaitu senyawa-senyawa aromatik (seperti fenol dan lakton), terpenoid (seperti ABA), dan beberapa alkohol dan asamorganik tertentu.

5. Hormon Etilen

Hormon etilen dihasilkan tumbuhan pada respon cekaman, misalnya kebanjiran, kekeringan, tekanan kimia, luka atau infeksi. Etilen berperan aktif dalam proses pematangan buah. Selain itu etilen juga dapat digunakan untuk mengakhiri masa dormansi, pembentukan bulu-bulu akar dan akar adventif, induksi sel kelamin betina pada bunga serta berperan dalam memacu hormon lain untuk menimbulkan reaksi tertentu.

Demikian penjelasan tentang jenis jenis hormon pada tumbuhan dan fungsinya. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa daur hidup tumbuhan ternyata juga dipengaruhi oleh hormon sebagai faktor dalamnya. Mulai dari proses perkecambahan hingga tumbuhan tersebut mati. Hormon-hormon tersebut dapat digunakan secara bersamaan untuk menghasilkan respon yang kita kehendaki. Semoga bermanfaat.

0 Response to "5 Hormon pada Tumbuhan : Mengenal Jenis-Jenis dan Fungsinya"