eBiologi.com

Daftar Kelainan pada Ginjal, Gambar, dan Penjelasannya

Ginjal adalah salah satu organ ekskresi penting pada manusia. Ginjal menyaring darah dan mengeluarkan zat racun yang terdapat di dalamnya untuk kemudian dibuang melalui urine yang dihasilkannya. Ginjal harus terjaga dan tetap sehat agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kerusakan pada ginjal mengakibatkan beberapa masalah kesehatan yang sangat mengganggu. Berikut ini adalah daftar kelainan pada ginjal yang mungkin dapat terjadi pada setiap orang.

Kelainan pada Ginjal

Ada beberapa kelainan pada ginjal yang dapat mengganggu kesehatan dan kehidupan kita. Di antara kelainan tersebut, yang paling penting untuk dipelajari adalah batu ginjal, uremia, pyelonephritis, gagal ginjal, nefritis, sindrom nefrotik, anuria, diabetes melitus, albuminuria, hematuria, dan polisistik.
Kelainan pada Ginjal

1. Batu Ginjal

Batu ginjal adalah kelainan pada ginjal yang terjadi akibat adanya endapan asam urat dan garam kalium di dalam ginjal. Endapan inilah yang kemudian membentuk kalsium karbonat –senyawa keras berbentuk batu yang dapat menghambat aliran urine dan menimbulkan rasa nyeri. Gejala batu ginjal yang biasa dirasakan antara lain rasa sakit ketika buang air kecil dan kencing sulit keluar. Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, Anda disarankan untuk memperbanyak minum air dan tidak sering-sering menahan kencing terlalu lama. Sedangkan untu mengatasinya, batu yang menyumbat harus dihancurkan menggunakan sinar laser.

2. Uremia

Uremia adalah kelainan pada ginjal yang terjadi akibat adanya timbunan urea di dalam darah. Penyakit yang merupakan akibat dari gagal ginjal ini membuat urea tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh sehingga menumpuk di dalam darah. Penyebab penyakit ginjal satu ini antara karena terlalu banyak mengkonsumsi protein, tekanan darah rendah, obat-obatan seperti kortikosteroid, serta karena adanya gangguan pada aliran kemih. Gejala utama uremia antara lain mual, anemia, muntah, kelelahan, anoreksia, kelainan jantung, asidosis, koagulopati, kelainan endokrin, penurunan berat badan, kram otot, dan perubahan mental. Jika tidak segera dilakukan pengobatan, uremia dapat menyebabkan keracunan. Adapun cara pengobatan uremia adalah dengan  dialisis untuk mengurangi kadar urea darah.


3. Pyelonephritis

Pyelonephritis adalah kelainan pada ginjal yang terjadi akibat adanya peradangan pada jaringan pelvis dan ginjal. Penyakit yang disebabkan bakteri ini dapat menjadi akut atau kronis. Bakteri sering kali menyebar ke bagian-bagian utama ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal. Gejala pyelonephritis misalnya jantung berdetak lebih kencang, demam, dan sakit buang air kecil. Pengobatan umumnya dilakukan dengan pemberian antibiotik.

4. Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah kelainan yang membuat ginjal tidak dapat berfungsi semestinya. Gagal ginjal sering kali mengakibatkan kematian karena ginjal tidak dapat menjalankan fungsi ginjal sebagai alat ekskresi. Racun dan zat yang semestinya dibuang dari darah tertumpuk akibat nefron ginjal yang rusak. Gagal ginjal tidak dapat disembuhkan. Ia hanya bisa melakukan terapi cuci darah secara teratur untuk meminimalkan kandungan racun di dalamnya. Gagal ginjal dapat diatasi dengan operasi cangkok ginjal untuk mengganti ginjal yang rusak. [BACA JUGA: Proses Pembentukan Urine]

5. Nefritis

Nefritis adalah kerusakan glomerulus ginjal yang terjadi akibat reaksi alergi pada racun yang diekskresikan bakteri Streptococcus. Rusaknya glomerulus akan membuat glomerulus tidak dapat bekerja dengan baik. Protein dengan molekul besar akan masuk ke dalam urine karena tidak tersaring dengan baik. Ini menyebabkan terjadinya penimbunan urea darah dan pembengkakan kaki. Nefritis dapat diatasi dengan cuci darah teratur, cangkok ginjal atau donor ginjal.

6. Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik adalah kelainan pada ginjal yang ditandai keluarnya sejumlah besar protein dari dalam tubuh melalui urine. Sindrom nefrotik menyebabkan penderita mengalami penurunan kadar protein darah dan menimbulkan penyakit lainnya seperti tekanan darah tinggi, penggumpalan darah, malnutrisi, kolesterol tinggi, dan gagal ginjal. Sindrom nefrotik dapat diakibatkan oleh beberapa penyakit lain seperti diabetes, cacat genetika, kanker, hepatitis B, dan gagal jantung. Adapun gejala yang meliputinya antara lain terjadinya pembengkakan pergelangan kaki, tangan, dan sekitar mata, serta berbuasanya air kencing.

7. Anuria

Anuria adalah kelainan pada ginjal yang terjadi akibat gagalnya fungsi ginjal dalam memproduksi urine. Penyakit ini diakibatkan oleh kurangnya tekanan dalam filtrasi darah atau karena adanya peradangan glomerulus. Gejala utama anuria adalah kurangnya urine yang dikeluarkan setiap hari (volume >100 mL per hari). Adapun pengobatannya dapat dilakukan dengan menambahkan alat bantu saluran urine yang menuju kandung kemih.

8. Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah penyakit yang diakibatkan oleh tingginya kadar gula darah. Diabetes melitus disebabkan oleh ketidak mampuan nefron dalam melakukan absorpsi glukosa akibat ia kekurangan hormon insulin. Diabetes tidak dapat disembuhkan. Penanganan hanya dapat dilakukan melalui pengendalian makanan (mengurangi gula dan karbohidrat), olahraga rutin, serta cuci darah.

Kelainan pada Ginjal

9. Albuminuria

Albuminuria adalah kelainan pada ginjal yang diakibatkan oleh rusaknya glomerulus. Kerusakan glomerulus membuat protein albumin tidak dapat terserap oleh darah. Adapun kerusakan glomerulus yang dapat mengakibatkan penyakit albuminusia dapat diakibatkan oleh adanya iritas logam berat maupun bakteri. Minum 8 gelas air perhari dapat membantu mencegah timbulnya penyakit ini, sedangkan untuk pengobatan cangkok ginjal adalah satu-satunya cara yang dapat ditempuh.

10. Hematuria

Hematuria adalah kelainan pada ginjal yang cirikan dengan adanya darah pada urine. Hematuria dapat disebabkan karena adanya peradangan pada ginjal seperti karena gesekan batu ginjal atau karena kelainan glomerulus.

11. Polisistik

Polisistik adalah penyakit pada ginjal yang diakibatkan kista (pertumbuhan sel abnormal berbentuk seperti benjolan) di sepanjang saluran ginjal. Penyakit ini membuat nefron rusak sehingga dapat menjadi penyebab gagal ginjal. Polisistik umumnya terjadi pada orang dewasa usia > 40 tahun. Faktor genetis dapat memicu timbulnya penyakit ini. Adapun untuk mengatasinya, polisistik dapat disembuhkan dengan pemberian obat, infus, dan diet.

Demikianlah beberapa kelainan pada ginjal dan penyakit-penyakit yang menyertainya. Menyadari fungsi ginjal yang teramat penting bagi tubuh, tentu sudah seharusnya kita dapat menjaga kesehatan ginjal kita agar tidak terserang oleh penyakit-penyakit dan kelainan ginjal di atas.

0 Response to "Daftar Kelainan pada Ginjal, Gambar, dan Penjelasannya"