eBiologi.com

Protein dan Asam Nukleat sebagai Komponen Kimiawi Sel

Selain karbohidrat dan lemak, komponen organik sel juga tersusun atas protein dan asam nukleat. Kedua komponen tersebut memiliki fungsi dan perannya masing-masing bagi keberlangsungan metabolisme dalam sel hidup. Berikut ini, kita akan membahas tentang fungsi protein dan asam nukleat tersebut sebagai salah satu komponen kimiawi sel, lengkap dengan jenis-jenis, serta penjelasan singkatnya. Silakan disimak!

Komponen Protein dalam Kimiawi Sel

Protein merupakan komponen kimiawi sel yang memiliki susunan kimia yang sangat rumit. Pada sel hidup, komponen ini mempunyai 2 fungsi utama, yaitu fungsi katalitik dan fungsi mekanik. Fungsi katalitik ditunjukkan oleh keberadaan enzim, sedangkan fungsi mekanik ditunjukkan oleh keberadaan protein otot.

Protein merupakan polimer dari asam amino.  Ia memiliki gugus karboksil dan gugus amino dalam ikatan molekulnya. Gugus karboksil menyebabkan asam amino bersifat asam, sedangkan gugus amino menyebabkan asam amino bersifat basa. Oleh karena itu, asam amino bersifat amfoter. Berikut ini adalah gambar ikatan molekul asam amino:

Protein dan Asam Nukleat sebagai Komponen Kimiawi Sel

Berdasarkan komposisi kimianya, protein digolongkan menjadi dua, yaitu protein sederhana dan protein gabungan. Protein sederhana adalah protein yang bila dihidrolisis hanya akan menghasilkan asam amino. Contohnya adalah protein globulin dan protein albumin. Sedangkan protein gabungan adalah protein yang bila dihidrolisis akan menghasilkan asam amino dan senyawa lain. Contoh protein gabungan antara lain :
  1. Glikoprotein, mengandung protein dan karbohidrat
  2. Nukleoprotein, mengandung protein dan asam nukleat
  3. Lipoprotein, mengandung protein dan lemak
  4. Kromoprotein, mengandung protein dan bahan zat warna (hemoglobin dan hemosianin).


Komponen Asam Nukleat

Asam nukleat merupakan komponen inti sel yang berupa polimer nukleotida. Fungsi asam nukleat adalah untuk mengontrol aktivitas sel dan membawa informasi genetik. Ada dua macam asam nukleat, yait asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA). Hidrolisis nukleotida dalam asam nukleat akan menghasilkan fosfat, gula pentosa (deoksiribosa dan ribosa) atau basa nitrogen (basa organik).

Basa nitrogen dalam asam nukleat terdiri dari 2 golongan, yaitu golongan purin dan golongan pirimidin. Basa purin terdiri dari adenin (A) dan guanin (G), adapun basa pirimidin terdiri dari timin, sitosin, dan urasil.

Pada sel makhluk hidup juga terdapat turunan nukleotida yang berfungsi sebagai koenzim. Beberapa di antaranya yaitu nikotinamid adenin dinukleotida, nikotinamid adenin dinukleotida fosfat, flavin mono nukleotida, flavin adenin dinukleotida, dan koenzim A.

Dalam sel, utamanya pada protoplasma, asam nukleat selain dapat ditemukan dalam bentuk DNA dan RNA, juga dapat ditemukan ikatan nukleotida dalam bentuk lain seperti adenosin monofosfat, adenosin difosfat, adenosin trifosfat, guanosin trifosfat, timidin trifosfat,  uridin trifosfat, dan sitidin trifosfat.

Nah, demikianlah sekilas pemaparan mengenai fungsi protein dan asam nukleat sebagai 2 komponen kimiawi sel. Kedua komponen tersebut bersama-sama karbohidrat dan lemak sebetulnya merupakan komponen organik. Ada 3 komponen kimia lemak lainnya yang termasuk jenis komponen anorganik. Ketiganya antara lain air, vitamin, dan mineral. Pembahasan mengenai ketiga komponen anorganik tersebut dapat Anda temukan di sini. Terimakasih!

0 Response to "Protein dan Asam Nukleat sebagai Komponen Kimiawi Sel"