eBiologi.com

10 Perbedaan Siklus Litik Dan Lisogenik dalam Replikasi Virus

Untuk melakukan reproduksi dan replikasi, virus membutuhkan inang berupa lingkungan sel hidup. Inang sel hidup diperoleh virus dengan cara menginfeksi sel hewan, sel tumbuhan, sel bakteri, atau sel manusia. Dalam proses infeksi ini, virus dapat melakukannya melalui siklus litik dan siklus lisogenik. Apakah siklus litik dan lisogenik itu? Apa saja perbedaan siklus litik dan lisogenik dalam proses perkembangbiakan virus? Untuk dapat menjawabnya, simaklah ulasannya berikut ini!

Perbedaan Siklus Litik Dan Lisogenik

Siklus litik adalah siklus reproduksi virus yang dilakukan dengan menghancurkan sel inang setelah sukses melakukan replikasi. Adapun siklus lisogenik adalah kebalikannya. Siklus lisogenik adalah siklus reproduksi virus yang dilakukan tanpa mengancurkan sel inangnya, melainkan tetap berintegrasi dengan DNA dan RNA dari sel induk. Melalui siklus lisogenik, virus akan bertambah banyak ketika sel inangnya mengalami pembelahan sel.

Perbedaan Siklus Litik Dan Lisogenik
Secara umum terdapat perbedaan mencolok antara siklus reproduksi virus secara litik dan lisogenik. Perbedaan perbedaan siklus litik dan lisogenik tersebut antara lain seperti dijelaskan pada tabel di bawah ini.


Siklus Litik Siklus Lisogenik
Sel inang akan mengalami kematian pada akhir siklus replikasi virus. Sel inang tidak akan mengalami kematian pada akhir siklus replikasi virus karena ia mempunyai virulensi.
Terdiri atas 5 tahapan proses, yaitu adsorbsi, injeksi,  sintesis,  perakitan, dan litik. Terdiri atas 7 tahapan proses, yaitu adsorbsi, injeksi,  penggabungan, pembelahan, sintesis,  perakitan, dan litik.
Bersifat non virulen, artinya masuknya DNA virus pada sel hidup tidak akan diikuti dengan pembentukan virus-virus baru. Bersifat virulen, artinya masuknya DNA virus pada sel hidup akan selalu diikuti dengan pembentukan virus-virus baru.
Waktu reproduksi relatif singkat. Waktu reproduksi relatif lama.
Daur litik tidak bisa berubah menjadi daur lisogenik meskipun sel inangnya mengalami kematian. Daur lisogenik bisa berubah menjadi daur litik bila virulensi sel inangnya hilang.
Reproduksi berlangsung secara tidak terikat pada kromosom inang (bebas). Reproduksi terikat pada kromosom inang.
DNA virus menghancurkan DNA sel inang dan mengambil kendali atas fungsi sel sehingga dengan mudah menghancurkan sel. DNA virus berkolaborasi dan menyatu dengan DNA sel sehingga tidak merusak sel.
Virus mereplikasi dirinya dalam keturunan sel inang. Virus mereplikasi dirinya tapi tidak dalam keturunan sel inang.
Infeksi virus berlangsung dan menghasilkan keturunan virus yang ganas (virulent). Infeksi virus berlangsung menghasilkan keturunan virus dengan tingkat bahaya sedang.
Ada gejala infeksi virus pada sel inang. Tidak ada gejala infeksi virus pada sel inang.
Nah, demikianlah perbedaan-perbedaan siklus litik dan lisogenik dalam proses replikasi virus. Semoga dengan adanya artikel ini, Anda semakin paham dan dapat menjelaskan perbedaan kedua siklus tersebut. Salam.

0 Response to "10 Perbedaan Siklus Litik Dan Lisogenik dalam Replikasi Virus"