eBiologi.com

Reproduksi Bakteri, Tahapan, Cara, dan Gambar Ilustrasinya

Sebagai organisme hidup, bakteri juga melakukan proses perkembangbiakannya sendiri. Perkembangbiakanan atau reproduksi bakteri dapat dilakukan dengan beberapa cara. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas tentang cara cara reproduksi bakteri tersebut lengkap dengan skemanya. Silakan disimak!

Reproduksi Bakteri

Reproduksi bakteri secara umum dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara vegetatif (aseksual) dan secara generatif (seksual).

Reproduksi aseksual pada bakteri dilakukan dengan 3 cara yang meliputi pertumbuhan tunas (bud), fragmentasi, dan pembelahan biner. Sedangkan reproduksi seksual atau yang biasa disebut paraseksual dilakukan melalui 3 cara yaitu konjugasi, transformasi, dan transduksi. Mari kita bahas satu per satu.

Reproduksi Bakteri

1. Reproduksi Aseksual pada Bakteri

Reproduksi aseksual bakteri dilakukan melalui pertumbuhan tunas, fragmentasi, dan pembelahan biner.

a. Pertumbuhan Tunas

Untuk metode pertumbuhan tunas, pada sel bakteri reproduksi dimulai dengan tumbuh dan berkembangnya sebuah tonkolan kecil pada salah satu ujung sel. Tunas ini mereplikasi genom, tumbuh membesar, menjadi sel anakan, dan pada akhirnya memisahkan diri dari sel induknya untuk menjadi bakteri baru.

b. Fragmentasi

Selama dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, bakteri umumnya akan melakukan reproduksi melalui metode fragmentasi. Protoplasma bakteri mengalami kompartementalisasi membentuk gonidia. Setelah kondisi lingkungan mulai menguntungkan, gonidia ini kemudian menjadi bakteri baru dengan replikasi genom pada setiap fragmennya.
Baca Juga : Klasifikasi Bakteri dan Ciri Ciri Bakteri

c. Pembelahan Biner

Reproduksi Bakteri Pembelahan Biner
Pembelahan biner adalah cara yang paling umum ditemukan dalam proses reproduksi bakteri. Kendati demikian, pembelahan biner lazimnya hanya terjadi bila kondisi lingkungan sekitar dalam kondisi menguntungkan. Sel bakteri akan membelah menjadi 2 sel anak yang memiliki ukuran dan ciri khas yang serupa. Dalam proses pembelahan, akan terbentuk sebuah dinding lintas yang memisahkan kromosom pada 2 sel anak. Setelah terpisah, sel anak akan tumbuh dalam waktu 20 sampai 30 menit dan dapat mengulami proses pembelahan biner untuk menghasilkan bakteri baru. Hal inilah yang menyebabkan proses reproduksi bakteri dapat berlangsung sangat cepat terlebih jika tidak ada inhibitor di sekitar lingkungannya

2. Reproduksi Seksual pada Bakteri

Istilah reproduksi seksual sebetulnya tidak tepat digunakan untuk mengistilahkan cara reproduksi bakteri ini. Mengingat, meski terjadi perpindahan materi genetik antar bakteri, namun dalam prosesnya perpindahan ini tidak menghasilkan zigot. Oleh karenanya, para ahli menyebut proses reproduksi bakteri ini dengan nama paraseksual.
Baca Juga : Bakteri yang Menguntungkan dan Bakteri yang Merugikan
Reproduksi paraseksual sendiri meliputi 3 tahapan atau cara, yaitu konjugasi, transformasi, dan transduksi.

a. Transformasi

Transformasi adalah proses perpindahan sedikit materi genetik (DNA) atau bahkan hanya 1 gen saja dari satu bakteri ke bakteri lainnya. Perpindahan ini meliputi proses fisiologis yang kompleks melalui lisis secara alamiah maupun kimiawi. Proses transformasi dalam reproduksi bakteri pertama kali dikemukakan pada tahun 1928 oleh Frederick Griffith. Beberapa contoh bakteri yang melakukan proses ini misalnya Diplococcus pneumonia, Bacillus, Pseudomonas, Strepotococcus, dan Nesisseria.

Reproduksi Bakteri Transformasi

b. Transduksi

Transduksi adalah perpindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain dengan bantuan bakteriofag atau virus menginfeksi bakteri. Proses transduksi dalam reproduksi bakteri pertama kali dikemukakan pada tahun 1952 oleh Zinder dan Lederberg.

Reproduksi Bakteri Transduksi

c. Konjugasi

Reproduksi Bakteri Konjugasi
Konjugasi adalah perpindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain melalui jembatan sitoplasma. Bakteri pemberi materi genetik (DNA) disebut bakteri donor. Bakteri ini memiliki tonjolan yang disebut pili. Organel tersebut berfungsi sebagai alat yang mempermudah tubuh bakteri menempel dengan bakteri penerima donor. Proses konjugasi dalam reproduksi bakteri pertama kali dikemukakan pada tahun 1946 oleh Lederberg dan Tatum. Bakteri yang melakukan konjugasi contohnya E. coli.

Nah, demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai beberapa cara reproduksi bakteri beserta skema dan penjelasannya. Semoga dapat membantu Anda dalam pembelajaran materi bakteri di sekolah. Salam!

0 Response to "Reproduksi Bakteri, Tahapan, Cara, dan Gambar Ilustrasinya"