eBiologi.com

Jenis-jenis Hujan, Penjelasan, dan Gambarnya

Hujan adalah sebuah fenomena alam yang menyebabkan turunnya air dari langit ke permukaan bumi. Terjadinya hujan disebabkan faktor-faktor abiotik pada lingkup litosfer, atmosfer, dan hidrosfer yang saling berinteraksi dalam proses daur air atau siklus hidrologi. Berdasarkan beberapa parameter, hujan sendiri dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Di artikel kali ini, kita akan membahas jenis-jenis hujan tersebut lengkap dengan gambar ilustrasi dan penjelasannya. Silakan disimak!

Jenis-jenis Hujan

Hujan dapat diklasifikasikan berdasarkan 3 hal, yaitu berdasarkan proses terjadinya, berdasarkan ukuran butiran airnya, dan berdasarkan besarnya curah hujannya. Secara lengkap jenis-jenis hujan berdasarkan 3 parameter tersebut dijelaskan sebagai mana berikut:

Jenis-jenis Hujan

a. Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya

Berdasarkan proses terjadinya, hujan dikelompokan menjadi 8 jenis, yaitu:

1. Hujan Siklonal
Hujan siklonal adalah hujan yang terjadi akibat naiknya udara panas dari permukaan bumi disertai adanya angin yang berputar-putar pada titik tertentu. Jenis hujan siklonal umumnya hanya dapat terjadi di daerah sekitar katulistiwa.Ciri identik dari hujan ini bisa kita lihat dengan mendung gelap pekat secara mendadak dan menghasilkan guyuran hujan yang sangat deras.

Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Proses Terjadinya

2. Hujan Senithal
Hujan senithal (zenithal) adalah hujan yang diakibatkan pertemuan angin pasat tenggara dan angin pasat timur. Hujan jenis ini juga umumnya hanya terjadi di sekitar katulistiwa. Udara panas hasil pertemuan kedua angin tersebut naik ke atmosfer dan menyebabkan suhu di sekitar awan turung secara perlahan. Penurunan suhu ini, terjadilah kodensasi yang secara berangsur-angsur menyebabkan awan mencapai titik jenuhnya. Pada saat di titik inilah hujan senithal kemudian turun membasahi bumi.

3. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi akibat pergerakan awan ke arah horizontal yang dibawa angin. Angin membawa awan mencapai suatu daerah pegunungan dan mengalami kondensasi karena suhu dingin yang ada di sekitarnya. Kondensasi berangsur-angsur membuat awan mencapai titik jenuhnya sehingga terciptalah hujan.

4. Hujan Frontal
Hujan Frontal adaah hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara dingin dengan massa udara panas. Pertemuan kedua udara tersebut terjadi pada sebuah tempat yang bernama “bidang front”. Pertemuan ini mengakibatkan masa udara dingin berada di bawah dan menstimulasi terjadinya hujan di sekitar bidang front.

Jenis Jenis Hujan dan Gambarnya

5. Hujan Muson
Hujan muson adalah hujan yang diakibatkan pengaruh angin muson. Angin muson sendiri terjadi akibat pengaruh gerak semu tahunan matahari terhadap katulistiwa bumi. Di Indonesia, jenis jenis hujan ini terjadi antara Oktober sampai April, sementara di kawasan Asia Timur terjadi antara Mei sampai Agustus. Karena siklus angin dan hujan muson inilah kita mengenal adanya musim hujan dan musim kemarau.

6. Hujan Buatan
Hujan buatan adalah hujan yang terjadi akibat campur tangan manusia dalam memanipulasi keadaan fisik atmosfer lokal, tepatnya dengan memanfaatkan proses tumbuhkan dan penggabungan dalam pembentukan awan (ice nucleation). Di antara jenis-jenis hujan lainnya, hujan buatan-lah yang biasanya hanya menghasilkan curah hujan yang sedikit.
Baca Juga : Jenis Jenis Awan

b. Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Partikelnya

Berdasarkan jenis dan ukuran partikelnya, hujan dibedakan menjadi 5 jenis. Jenis jenis hujan tersebut antara lain:
  1. Hujan Gerimis adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter < 0,5 mm.
  2. Hujan deras adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran berukuran diameter >7,0 mm.
  3. Hujan Salju adalah hujan yang menjatuhkan kristal-kristal es dengan suhu di bawah 0 Celcius.
  4. Hujan Es adalah hujan yang menjatuhkan es berukuran lebih besar dari salju. Fenomena hujan es sangat jarang terjadi
  5. Hujan asam adalah hujan yang menjatuhkan partikel air dengan tingkat keasaman tinggi. biasanya air hujan ini mengandung senyawa NO3 atau H2S.

c. Jenis Jenis Hujan Berdasarkan Curahnya

BMKG atau Badan Metereologi dan Geofisika mengelompokan hujan berdasarkan seberapa besarnya curah atau jumlah air yang diterima permukaan bumi dalam satu periode hujan. Pengelompokan ini menghasilkan jenis jenis hujan yang antara lain hujan sedang (20 sd 50 mm/hari), lebat (50 sd 100 mm/hari), dan hujan sangat lebat (>100 mm/hari).

Nah, itulah klasifikasi jenis jenis hujan berdasarkan 3 parameter, yaitu berdasarkan proses terjadinya, jenis partikel, dan besarnya jumlah air yang diterima permukaan bumi (curah hujan). Semoga pemaparan ini dapat menambah pemahaman Anda dalam pembelajaran siklus hidrologi. Salam.

0 Response to "Jenis-jenis Hujan, Penjelasan, dan Gambarnya"