eBiologi.com

Jaringan Ikat : Fungsi, Ciri, Klasifikasi, Gambar, dan Letaknya

Setiap organ di tubuh manusia dan hewan tersusun atas beberapa jaringan dengan spesialisasi fungsi, ciri, dan karakteristiknya masing-masing, seperti jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan syaraf. Nah, jika di artikel sebelumnya kita telah membahas tentang apa itu jaringan epitel, di kesempatan ini kami akan melanjutkan pembahasan tersebut dengan menjelaskan jenis jaringan yang berikutnya, yaitu jaringan ikat. Tahukah Anda apakah jaringan ikat itu? Apa saja komponen penyusun, ciri, fungsi, dan jenis-jenisnya? Bila belum tahu, simak dengan seksama penjelasan di bawah ini

Jaringan Ikat

Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi untuk mengikat, menyokong, dan menambat jaringan-jaringan maupun organ-organ penyusun tubuh manusia dan hewan. Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari lapisan tengah embrio (mesoderm) pada saat proses pembuahan. Oleh karena itu, tak heran jika jaringan ini terdapat hampir di seluruh organ tubuh.

Jaringan Ikat

Fungsi jaringan ikat sendiri, selain sebagai penguat bentuk dan pengokoh ikatan organ, juga berperan dalam menyokong jaringan lain, sehingga ia juga kerap disebut jaringan penyokong.

Komponen Penyusun Jaringan Ikat

Jaringan ikat disusun oleh 2 komponen dasar, yaitu matriks dan sel-sel jaringan ikat. Matriks adalah materi dasar yang terdapat dalam jaringan ikat yang berfungsi untuk melekatkan atau mengikat jaringan-jaringan lain. Matriks tersusun dari 4 bahan utama, yaitu serat kolagen, serat elastis, serat retikuler, dan bahan dasar.

Komponen Penyusun Jaringan Ikat

Masing-masing bahan penyusun matriks tersebut memiliki sifat dan komponen yang berbeda-beda. Perhatikan tabel di bawah ini!
KomponenSifatPenyusunLetak
Serat kolagenBersifat tidak elastis (mudah robek) dan sangat kuat.Protein kolagen dengan jumlah 25% dari keseluruhan protein tubuh.Jaringan antara tulang dan otot (tendon); jaringan antara tulang dan kulit.
Serat elastisBersifat elastis seperti karet dengan kelenturan tinggi.Elastin yang tersusun dari muko polisakarida, protein, dan glikoprotein (fibrilin).Pembuluh darah, selaput tulang rawan di laring, dan ligamen.
Serat retikulerBersifat kurang elastis karena tipis dan bercabang.Kolagen dan serabut-serabut kolagen yang dilapisi glikoprotein.Hati, limpa, dan kelenjar limfe.
Bahan dasarBersifat lentur bila asam hialuronatnya tinggi dan bersifat kaku bila mukopolisakaridanya tinggi.Mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronatSendi dan tulang punggung.
Selain tersusun atas matriks, jaringan ikat juga tersusun atas beberapa sel dari jenis dan fungsi yang berbeda-beda, seperti sel fibroblas, makrofag, sel tiang, sel lemak, dan sel plasma (sel darah putih).
  1. Sel fibroblas adalah sel berbentuk serat yang berfungsi mensekresikan kelebihan protein.
  2. Sel makrofag adalah sel berbentuk tidak teratur yang berfungsi untuk fagositosis dan pinositosis. Pinositosis adalah proses meminum partikel-partikel berupa zat-zat buangan yang berupa cairan. Sementara, fagositosis adalah proses memakan sel-sel mati atau bakteri.
  3. Sel tiang adalah sel yang berfungsi sebagai penghasil zat pencegah pembekuan darah (heparin) dan zat yang mampu meningkatkan permeabilitas kapiler darah (histamin).
  4. Sel lemak adalah sel yang berfungsi sebagai penyimpan lemak atau pembentuk jaringan lemak (adiposa).
  5. Sel plasma (sel darah putih) adalah sel berbentuk tidak teratur dan berfungsi untuk melawan patogen berupa virus, bakteri, atau protozoa. Sel ini banyak ditemukan di saluran pernafasan dan organ pencernaan manusia.

Jenis, Ciri, dan Fungsi Jaringan Ikat

Berdasarkan ciri struktur dan fungsinya, jaringan ikat dapat dibedakan menjadi 7 jenis yaitu jaringan ikat longgar, jaringan ikat padat, jaringan tulang rawan, jaringan lemak, jaringan tulang, jaringan darah, dan jaringan limfe.

1. Jaringan Ikat Longgar

Sesuai namanya, ciri dan struktur jaringan ikat longgar tersusun oleh sel-sel yang longgar (jarang). Jaringan ini lebih banyak disusun oleh matriks berupa lendir (mukus) dengan serat kolagen dan serat elastin. Sementara sel penyusunnya terdiri dari sel makrofag, sel tiang, sel plasma, dan sel lemak.

Ada 2 fungsi jaringan ikat longgar, yaitu (1) untuk membentuk organ dalam, seperti yang terdapat pada kelenjar limfa, hati, dan sumsum tulang. (2) untuk menyokong, mengelilingi, membungkus, dan mengubungkan elemen dari jaringan lain, seperti yang terdapat pada serat otot, jaringan di bawah kulit, membran pembantas jantung dan rongga perut, serta membran mesenteris.

Jenis, Ciri, Letak dan Fungsi Jaringan Ikat

2. Jaringan Ikat Padat

Jaringan ikat padat adalah jaringan ikat yang dicirikan oleh susunan sel-sel dan matriks yang padat dan teratur. Matriks yang terdapat di jaringan ini didominasi oleh serat kolagen yang bersifat fleksibel tapi tidak elastis. Sedangkan sel penyusunnya didominasi oleh sel fibroblas.

Fungsi jaringan ikat padat adalah untuk menghubungkan satu organ dengan organ lainnya. Letak jaringan ikat ini misalnya terdapat pada ligamen (penghubung tulang dengan tulang), tendon (penghubung tulang dengan otot), dan lapisan dermis pada bagian kulit.

3. Jaringan Tulang Rawan

Jaringan tulang rawan (kartilago) adalah jaringan ikat yang mengalami spesialisasi dari jaringan ikat berserat dan matriks elastis. Matriks elastis tulang rawan tersusun dari campuran polisakarida dan protein yang disebut kondrin. Oleh sebab itu, sel tulang rawan disebut juga kondrosit. Kondrosit ini dibentuk oleh kondroblas dan terletak di lakuna dalam selaput tulang rawan (perikondrium).

Berdasarkan komponen penyusun, fungsi, dan strukturnya, jaringan tulang rawan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis.
  • Tulang rawan hialin adalah tulang rawan yang berfungsi untuk memberikan kekuatan, membantu pergerakan, dan menyokong rangka embrionik. Jenis tulang rawan ini mengandung kondroblas dan kolagen, sehingga warna dasarnya terlihat putih kebiruan dan transparan. Tulang rawan hialin merupakan jenis tulang rawan terbanyak yang ada di dalam kerangka tubuh hewan dan manusia. Beberapa di antaranya terdapat di trakea, laring, ujung tulang rusuk, dan tulang dada.
  • Tulang rawan elastis adalah tulang rawan yang berfungsi untuk memberikan fleksibilitas dan sokongan pada organ. Sesuai fungsinya, jenis tulang rawan ini tersusun oleh serat elastin berwarna kuning dan perikondrium. Tulang ini terdapat pada embrio, daun telinga, epiglotis, laring, dan bagian luar telinga.
  • Tulang rawan fibrosa adalah tulang rawan yang berfungsi untuk memberikan perlindungan (proteksi) dan sokongan pada organ. Tulang rawan ini memiliki struktur lebih kokoh dan fleksibel karena disusun oleh serabut kolagen kasar yang tidak teratur, sehingga warnanya cenderung lebih gelap dan keruh. Tulang rawan fibrosa terdapat di perlekaan ligamen, sambungan tulang belakang, dan simfisis pubis.

4. Jaringan Tulang

Tulang adalah jaringan ikat yang mengandung banyak mineral. Jaringan tulang tersusun oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. Osteosit ini terdapat pada lakuna dan dibentuk oleh osteoblas.

Matriks penyusun jaringan tulang mengandung kolagen dan kalsium fosfat sehingga membuat struktur jaringan ini menjadi sangat keras. Jika dilihat dengan mikroskop, jaringan tulang tersusun atas unit-unir yang memiliki pembuluh darah. Pembuluh darah inilah yang menjadi penyupai zat makanan bagi pertumbuhan tulang dan saraf.

Jaringan tulang berfungsi untuk menyokong tubuh, alat gerak, dan pelindung organ dalam tubuh. Anda dapat mempelajari secara lebih lengkap mengenai jaringan tulang pada pembahasan Sistem Gerak Manusia di bab selanjutnya.

5. Jaringan Lemak

Ciri ciri jaringan ikat
Jaringan lemak (adiposa) adalah jaringan ikat yang berfungsi untuk menyimpan lemak. Lemak yang disimpan pada jaringan ini digunakan sebagai cadangan makanan sekaligus sebagai penghangat tubuh. Jaringan lemak memiliki sel-sel berbentuk bulat dengan membran sel yang tipis dan susunan yang longgar. Orang-orang dengan masalah berat badan memiliki cadangan lemak yang lebih banyak pada jaringan ini dibandingkan dengan orang-orang kurus.

6. Jaringan Darah

Jaringan darah adalah jaringan ikat yang wujudnya berupa cairan. Jaringan darah dikatakan termasuk jaringan ikat karena ia mempunyai matriks ekstraseluler yang bernama plasma darah. Matriks tersebut merupakan kriteria yang membedakan jaringan ikat dengan jaringan penyusun tubuh lainnya.

Secara umum, jaringan darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit), dan plasma darah. Sementara, fungsi jaringan ini bagi tubuh di antaranya sebagai media untuk membawa sari-sari makanan, oksigen, hormon, sisa-sisa hasil metabolisme, serta mencegah infeksi.

7. Jaringan Limfe

Jaringan limfe (getah bening) adalah jaringan ikat yang tersusun oleh serat retikuler dan makrofag dan berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh dan mengangkut cairan jaringan, lemak, protein,garam mineral, dan zat-zat lain ke pembuluh darah. Jaringan ini terdapat pada beberapa organ, seperti timus, tonsil, kelenjar limfe, dan limpa.

Nah, demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan tentang komponen penyusun, ciri, jenis-jenis, dan fungsi jaringan ikat. Semoga penjelasan ini cukup lengkap dan bisa membantu Anda dalam mempelajari macam macam jaringan pada hewan dan manusia, sehingga Anda tidak keberatan untuk memberikan like, share, maupun komentar untuk artikel ini. Salam!

0 Response to "Jaringan Ikat : Fungsi, Ciri, Klasifikasi, Gambar, dan Letaknya"