eBiologi.com

Jaringan Otot : Fungsi, Ciri, Klasifikasi, Gambar, dan Letaknya

Sistem gerak yang dimiliki tubuh manusia dan hewan sangat dipengaruhi oleh adanya jaringan otot. Jaringan otot memungkinkan organ-organ di dalam maupun di luar tubuh dapat bergerak untuk menjalankan fungsinya masing-masing, seperti gerakan jantung untuk memompa darah, gerakan lambung untuk melumat makanan, gerakan kelopak mata, gerakan kaki dan tangan, atau gerakan-gerakan tubuh lainnya.

Nah, jika di artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang jaringan epitel dan jaringan ikat, di kesempatan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tersebut dengan mengurai informasi seputar jaringan otot. Tahukah Anda apa jaringan otot itu? Dimana letak jaringan ini berada? Seperti apa mekanisme kerja, ciri, jenis-jenis, dan fungsi dari jaringan penyusun organ hewan dan manusia ini?

Jaringan Otot

Jaringan otot adalah jaringan yang tersusun oleh sel-sel otot (serat otot) dan miofibril (serabut halus). Penyusun jaringan otot mengandung filamen aktin dan miosin, dua jenis protein kontraktil yang memungkinkan jaringan otot menjalankan fungsinya sebagai jaringan yang dapat berkontraksi, memanjang dan memendek. Antar sel-sel dalam jaringan otot dibatasi oleh sarkolema atau lapisan membran yang mengelilingi sel otot.

Jaringan Otot

Macam Macam Jaringan Otot

Jaringan otot dapat dibedakan berdasarkan sifatnya dalam melakukan mekanisme gerak pasif menjadi 2, yaitu jaringan otot volunter dan jaringan otot involunter.

1. Jaringan Otot Volunter

Jaringan otot volunter adalah jaringan otot yang bekerja atau berkontraksi di bawah pengaruh kesadaran karena dilengkapi dengan jaringan syaraf yang langsung terhubung ke bagian otak. Jaringan otot volunter juga kerap disebut otot sadar karena aktivitas dan gerakan jaringan otot ini dapat sesuai dengan keinginan dan kesadaran kita.

Otot volunter bisa bekerja dengan cepat dan kuat, akan tetapi kerja otot ini bisa menimbulkan rasa lelah. Jaringan otot di tubuh manusia yang memiliki sistem otot volunter di antaranya adalah otot rangka atau otot lurik.


2. Jaringan Otot Involunter

Jaringan otot involunter adalah jaringan otot yang bekerja atau berkontraksi di luar pengaruh kesadaran karena tidak dilengkapi dengan jaringan syaraf sensorik. Gerakan jaringan otot ini sendiri dipengaruhi oleh sistem syaraf otonom. Jaringan otot volunter juga kerap disebut otot tak sadar karena aktivitas dan gerakan jaringan otot ini tidak dapat disesuaikan dengan keinginan kita.

Otot volunter umumnya bekerja dengan lambat, akan tetapi kerja otot ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa menimbulkan rasa lelah. Jaringan otot di tubuh manusia yang memiliki sistem otot involunter di antaranya adalah otot jantung dan otot polos.

Jaringan Otot : Fungsi, Ciri, Klasifikasi, Gambar, dan Letaknya

Fungsi Jaringan Otot dan Ciri-Cirinya

Berdasarkan fungsi dan struktur penyusunnya, jaringan otot dapat dibedakan menjadi 3, yaitu jaringan otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Masing-masing jaringan otot ini memiliki fungsi, ciri-ciri, dan sistem kerja yang berbeda-beda. Selain itu, letak jaringan-jaringan otot tersebut juga saling berpisah.

1. Jaringan Otot Polos

Jaringan Otot Polos
Jaringan otot polos adalah jaringan otot bersifat involunter yang terletak di dinding organ-organ dalam tubuh, seperti saluran organ pencernaan manusia, organ pernapasan, reproduksi, pembuluh darah, dan saluran ekskresi. Gerakan otot polos tidak dapat dikendalikan oleh kesadaran karena hanya dipersyarafi oleh sistem syaraf otonom. Karena bekerja di luar kesadaran, aktivitas gerak otot ini tidak akan menimbulkan rasa lelas, sekalipun dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Jaringan otot polos memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain. Ciri ciri jaringan otot polos tersebut yaitu:
  1. Sel pada jaringan berbentuk gelendong dan melancip di kedua ujungnya.
  2. Memiliki sebuah nukleus di bagian tengah selnya.
  3. Serabut halus yang melintang pada jaringan tidak terlihat.
  4. Bekerja secara tidak sadar sehingga termasuk jenis otot involunter.
  5. Bereaksi lambat, namun bekerja tanpa lelah dalam waktu yang lama.

2. Jaringan Otot Lurik

Jaringan Otot Lurik
Jaringan otot lurik adalah jaringan otot bersifat volunter yang terletak melekat di bagian rangka. Oleh karena itu, jenis jaringan otot ini juga kerap disebut jaringan otot rangka. Otot lurik bekerja di bawah pengaruh kesadaran, oleh karena itu ia tidak mampu bekerja lama karena akan menimbulkan rasa lelah. Selain untuk menggerakan tulang dan sistem rangka, fungsi otot lurik juga terkait dengan sarana pelindung rangka dari benturan luar dan tempat melekarnya jaringan lemak.

Jaringan otot lurik memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain. Ciri ciri jaringan otot lurik tersebut yaitu:
  1. Sel pada jaringan berbentuk silindris memanjang dan kedua ujungnya tidak bercabang.
  2. Memiliki banyak nukleus di bagian sisi tepi selnya.
  3. Serabut halus yang melintang pada jaringan terlihat, tapi tidak jelas.
  4. Bekerja secara sadar sehingga termasuk jenis otot volunter.
  5. Bereaksi cepat, namun dapat menimbulkan rasa lelah.

3. Jaringan Otot Jantung

Jaringan Otot Jantung
Jaringan otot jantung adalah jaringan otot bersifat involunter yang hanya dapat ditemukan di jantung. Jaringan otot jantung memiliki struktur yang mirip dengan otot lurik, tapi memiliki mekanisme kerja seperti otot polos. Jaringan otot ini bekerja di luar kesadaran karena gerakannya dipengaruhi oleh sel syaraf otonom, oleh karena itu jantung kita tidak pernah lelah, meski berpuluh-puluh tahun terus bergerak memompa darah ke seluruh tubuh.

Jaringan otot jantung memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain. Ciri ciri jaringan otot jantung tersebut yaitu:
  1. Sel pada jaringan berbentuk silindris memanjang dengan kedua ujungnya bercabang.
  2. Memiliki satu nukleus di bagian tengah selnya.
  3. Serabut halus yang melintang pada jaringan terlihat jelas.
  4. Bekerja secara tidak sadar sehingga termasuk jenis otot involunter.
  5. Bereaksi sedang, namun bekerja tanpa lelah dalam waktu yang lama.

Perbedaan Otot Polos, Otot Lurik, dan Otot Jantung

Ditinjau dari struktur, fungsi, letak, dan beberapa karakteristik lainnya, kita bisa menemukan beberapa perbedaan otot polos, otot lurik, dan otot janrung. Perbedaan-perbedaan tersebut telah kami rangkum dalam bentuk tabel, sebagaimana disajikan di bawah ini.
KarakteristikOtot PolosOtot LurikOtot Jantung
Bentuk SelGelendong melancip di kedua ujungnyaSilindris, tidak bercabang di kedua ujungnyaSilindris, bercabang di kedua ujungnya
NukleusSatu di bagian tengah selBanyak di bagian tepi selSatu di bagian tengah sel
MiofibrilTidak terlihatTerlihat tidak jelasTerlihat jelas
KendaliSyaraf otonomSyaraf pusatSyaraf otonom
Jenis kerjaInvolunterVolunterInvolunter
KecepatanLambatCepatSedang
Lama kerjaTidak terasa lelah saat bekerja lamaTerasa lelah saat bekerja lamaTidak terasa lelah saat bekerja lama
LetakDinding organ dalamTendon atau melekat pada rangkaJantung
Nah, demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan tentang komponen penyusun, ciri, jenis-jenis, dan fungsi jaringan otot, mulai dari otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Semoga penjelasan ini cukup lengkap dan bisa membantu Anda dalam mempelajari macam macam jaringan pada hewan dan manusia, sehingga membuat Anda tidak keberatan untuk memberikan like, share, maupun komentar untuk artikel ini. Salam!

0 Response to "Jaringan Otot : Fungsi, Ciri, Klasifikasi, Gambar, dan Letaknya"